Jumat, 04 November 2011

haji...................... Ya Allah...

cerita haji dengan uang halal..........

betapa si fulan ini sangat mendabakan bisa pergi ke mekkah untuk menunaikan ibadah yang mungkin pembaca juga rasakan betapa besar keinginan tersebut. walaupun tak jarang sebagian muslim dan muslimah masih menunda rasa keinginannya.
dengan niat yang tulus, ikhlas serta atas ridho Allah SWT, maka berangkatlah si fulan dengan menjual harta yang ia empunya (kebetulan si fulan hidup sebatang kara).
dengan biaya yang secukupnya, maka si fulan sampai ke tanah suci Mekkah Al Mukarorah.
Sama dengan jemaah yang lainnya si fulan mengikuti ritual yang dia pelajari saat di tanah kelahirann, tanah yang membesarkannya dan juga tanah air yang membuat dia bisa mendapatkan ilmu dari seorang ustadz yang tidak populer seperti ..........................

Lagi-lagi dengan kepolosan dan kesederhanaan, si fulan juga mengikuti rombangan yang ingin membelanjakan uangnya di sebuah pasar/toko dibrodway dengan kondisi uang yang sangat minim, maka si fulan melihat-lihat berbagai macam barang yang dijajakan tapi apa daya si fulan hanya bisa bertanya dan bertanya ;
SF : ini harganya berapa ?
Penj : oh, hanya 5 real, mau ?
SF : hmmm maaf, terlalu mahal.dengan rasa ingin yang tinggi si fulan tetap berjalan sambil melihat barang yang dijajakan dan dengan dialog yang hampir sama.
karena rasa capek dan sudah menjelang waktu sholat tiba, maka dengan berat hati si fulan ingin menyudahi rasa ingin melihat-lihat barang yang dijajakan.
SF : maaf pak, batu (cincin) yang ini berapa harganya ?
Penj : ohh. ini kurang bagus /jelek.
SF : klo yang batu ini?
Penj : oh ya ya... wah ini jelek juga, anda mau cuma 0.5 real.
SF : maaf deh, lain kali aja.

Kemudian si fulan melenggang dengan hati yang sabar karena klo uang yang ada dikantongnya dibelanjakan, maka si fulan akan kelaparan (prioritas ia pilih).
tidak seberapa jauh si fulan melangkah, maka sipenjual bati cincin memanggil-manggil,
Penj : haji, haji, kesini, kesini,
SF : ya, pak panggil saya ?, sambil menghampiri sipenjual.
Penj : (sambil mengambil sekantong kecil dibawah meja) haji mau barang ini ? halal, halal, halal untuk anda.
SF : (sedikit ragu si fulan menerimanya), ini buat saya pak ? betul pak?, gratis pak ?. Alhamdulillah, terima kasih pak. (tanpa dibuka lagi kantong yang berisi batu itu sampai pulang ke tanah air.

Hari demi hari, minggi demi minggu, bulan demi bulan, tahun demi tahun dilewati dengan segala kekurangannya, karena rumah yang dia punya sudah dijual untuk biaya pergi ke tanah suci dengan hati yang tulus dan ikhlas.

Tibalah hari yang memuncak dengan kesulitannya, maka teringatlah si fulan atas pemberian penjual batu cincin di tanah suci. dibukalah kantong itu dan ternyata adalah batu permata yang seteah dijual harganya sampai berlipat-lipat dari biaya yang ia keluarkan untuk pergi ke tanah suci beribadah haji, mau tau harganya ? Rp. 1.3 milyar, subhannallah......

(waullahualam)

Sesungguhnya biaya yang kita keluarkan untuk pergi ketanah suci untuk ibadah haji adalah investasi kalau kita dapat dari uang yang halal dan ikhlas.

inspirasi : ustadz Yusuf Mansur
 Jum'at : 04 Nov 2011







1 komentar: